Untitled-1
Mengungkap Makna Filosofis dari Kue Keranjang Khas Imlek

Mengungkap Makna Filosofis dari Kue Keranjang Khas Imlek

Mengungkap Makna Filosofis dari Kue Keranjang Khas Imlek Kue Keranjang Mengungkap Makna Filosofis dari Kue Keranjang Khas Imlek Mengungkap Makna Filosofis dari Kue Keranjang Khas Imlek

Resepku.me Tahun baru Imlek yang selalu dinanti-nantikan para etnis Tionghoa akan segera tiba. Tak selalu identik dengan warna merah, Imlek juga akan terasa lengkap dengan adanya  kue keranjang khas Imlek. Tidak hanya sebagai hidangan Imlek, kue ini juga merupakan simbol rasa syukur serta pengharapan untuk tahun yang akan datang.

Kue keranjang ini juga dianggap sebagai simbol masyarakat Tionghoa yang sangat sakral dan tidak boleh ditinggalkan. Jadi, selain memiliki rasa yang enak dan khas, kue ini pun memiliki makna filosofis tersendiri.

Makna Filosofis Kue Keranjang Khas Imlek

Menjadi salah satu hidangan wajib ketika Imlek, ini membuat kue keranjang lebih spesial. Namun apa sih yang sebenarnya menjadikan kue ini wajib ada saat Imlek? Ya, memang ada nilai filosofis yang menyertai kue dengan rasa manis ini. Bahkan ada pula nilai yang melatarbelakangi tekstur kenyal dan legitnya kue ini. Yuk simak ulasan di bawah ini agar Anda tahu betul makna filosofis dari kue keranjang!

  • Harapan Untuk Tahun Baru yang Lebih Baik
Baca:   Banjir Diskon Harbolnas, Waktunya Belanja Peralatan Masak Baru!

Kue ini di negara aslinya, Tiongkok disebut dengan Nian Gao, yang memiliki arti tahun tinggi. Hal ini menyimbolkan sebuah harapan yang tinggi akan hidup dan masa depan cerah di tahun berikutnya. Oleh sebab itu, ada tradisi yang jika memakan kue keranjang di malam Imlek, maka rejekinya akan berlimpah, tubuh akan lebih sehat, dan selalu mendapatkan keberuntungan di tahun berikutnya.

  • Simbol Memperkuat Persaudaraan

Orang Tionghoa terkenal akan persaudaraan yang erat dan budaya kolektivisme. Oleh karena itu, nilai-nilai tersebut disimbolkan dengan tekstur kue keranjang khas Imlek yang lengket dan bulat. Tekstur itu bermakna keluarga yang akan terus bersatu apa pun kondisinya. Oleh karena itu, jika memakan kue keranjang ini sebelum Imlek, diharapkan keluarga akan selalu harmonis dan persaudaraan selalu terjaga.

  • Rasa Manis yang Bermakna Suka Cita
Baca:   Resep Bakwan Udang Goreng yang Renyah

Selain dari tepung ketan yang lengket, rasa manis dan nikmat dari kue ini mempunyai makna filosofis lainya. Jika Anda pernah mencicipi kue keranjang khas Imlek ini di setiap perayaan tahun baru, maka yang teringat adalah rasa manis dan legit. Nah, rasa yang manis pada kue keranjang tersebut menandakan suka cita menyambut tahun baru, kegembiraan dan keberkatan.

  • Makna Mengutamakan Keluarga

Budaya Tiongkok sebenarnya tidak jauh beda dengan budaya Indonesia, yaitu mementingkan keluarga di atas segalanya. Jika Anda perhatikan, kue keranjang ini berbentuk bulat. Di mana bentuk bulat ini menyimbolkan kesetaraan tanpa ada yang dilebih-lebihkan dan keluarga akan selalu bersama. Melalui kue keranjang ini, diharapkan semua anggota keluarga bisa berkumpul terus minimal disaat tahun baru Imlek.

  • Sulitnya Mengunyah Menandakan Kerja Keras orang Tionghoa
Baca:   Berkunjung ke Semarang, Jangan Lupa Icip 5 Makanan Tradisional Ini

Ketika Anda mengunyah kue keranjang ini, pasti akan terasa kenyal dan ulet. Nah, tekstur ini bermakna filosofis kerja keras, pantang menyerah  dan ulet dalam mencapai tujuan hidup.

Melihat filosofi kue keranjang khas Imlek yang dalam ini, tak heran jika sampai hari ini kue keranjang selalu menjadi hidangan wajib ketika Imlek. Oleh karena itu segera persiapkan kebutuhan Imlek mulai dari sekarang. Tidak harus menghabiskan waktu dan tenaga dengan pergi ke pusat perbelanjaan, sebab Anda bisa membeli berbagai kebutuhan Imlek melalui Bukalapak. Di sana Anda juga bisa membeli kue keranjang khas Imlek ini.

Nb : Seluruh Artikel di Blog ini telah Kami Proteksi, gunakan button share untuk berbagi artikel ini dengan rekan anda atau gunakan button print untuk mencetaknya atau menyimpannya dalam bentuk PDF :)
Mengungkap Makna Filosofis dari Kue Keranjang Khas Imlek | Bundaku | 4.5

Leave a Reply